Sebetulnya saat ini aku punya pacar yang entah kenapa koq kita gak bisa akur banget ya, wuah dari pada puyeng mending ku putusin aja deh. Khan sebetulnya juga islam mengajarkan kita untuk sama sekali tidah pacaran, setuju nggak..? mending kita mulai serius memikirkan rencana masa depan yang lebih sehat, lebih nyunnah yaitu nikah.. supaya pacarannya abiez nikah aja deh, itu baru gw setuju banget..
Jujur aja dari sedikit pengalaman ku saat pacaran, yang ada hanya kebohongan yang apabila ditutup-tutupin ntar pas kebuka ya sudah abiz lah semua kecintaan fana, lalu muncul permasalahan yang runyam banget.. kapoooook..
Owh iya, iseng iseng nonton pilem [17 again] yang menceritakan seorang ayah saat meninggalkan istrinya karena sang ayah seakan-akan menyesal telah menikahi istrinya dahulu. Lalu datang sebuah keajaiban dimana sang ayah tersebut kembali muda [17 tahun] dan berkesempatan untuk ikut bersekolah dengan anak-anaknya yang saat itu berusia remaja. Sang ayah mengetahui bahwa kehidupan anak-anaknya sangat bebas, terutama free sex, dan tanpa disadari ia pun jijik terhadap segala kelakuan anak-anak di usia remaja di sekolah itu. Lalu saat pelajaran dengan materi ‘sex sehat’ guru tersebut membagikan kondom untuk semua muridnya [gila banget ya, separah itukah] lalu sang ayah dengan muaknya menolah kondom gratisan tersebut dan menjelaskan arti cinta yang sebenarnya, arti cinta yang sebenernya menurut dia adalah ketika seorang pria dengan sejati menemani wanita [yang telah dipilih untuk dijadikan istri] saat detik detik melahirkannya, memberi kekuatan untuk istrinya saat itu, seakan akan membisikkan kepadanya bahwa sang pria tersebut selalu ada untuknya, lalu menatap buah hati mereka dan berharap buah hati tersebut tumbuh dewasa dan berbakti pada orang tunya.. itu adalah cinta yang sejati.. wooow, orang barat aja ngerti walopun aplikasinya ntah bagaimana.. he he he..
gw bener-bener kapok deh tuk pacaran, gw bilang ke cewe gw pingin sendiri dlu.. hi hi lagian pacaran tuu gak ada untungnya sama sekali, kalo seandainya bisa setia ma satu orang lalu akhirnya bisa menikah dengan dia ya gak masalah, tapi misal gak cocok ma seorang cewe, sering ribut, gak kompak sama sekali, gak bisa ngertiin satu sama laennya, trus ada cewe yang lebih cantik lewat di sampingnya eeh aku yakin tuu cowo bakal ada niatan tuk segera mutusin cewenya trus langsung nembak cewe cantik tadi.. hi hi ya khan..
puyeng deh.. mending tidur dulu guys..
pelajaran hari ini : jangan tidur kemaleman, biar shubuh gampang bangun..
Senin, 10 Agustus 2009
Awalnya
Sepintas ada keinginan untuk selalu menulis, tapi gw ngerasa gak bisa, gak mampu, gak pede.. but, lets go on..
My first post,
ada rasa haru ketika melihat adek ku duduk tegang di pelaminan, suatu momen yang sangat indah bagi dia, saat dua mempelai akan disatukan oleh sebuah acara suci yang sakral, ya sebuah pernikahan, walimah, wedding party..
sebodolah dengan itu, yang pasti aku terharu banget liat dia diapit oleh sang calon mertua, yang dengan rela melepaskan anak perempuannya untuk dibawanya.. dengan ratusan tamu yang datang dengan harapan bisa juga turut ikut larut dalam bahagia, mendoakan-nya agar kelak nanti bisa membangun keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah..
akad nikahpun berakhir, saatnya bagi ku dan tamu-tamu lainnya memberikan ucapan selamat kepadanya. Ku peluk dia, ku bisikkan doa ‘baarokallahulaka wabarooka alaika wajamaa bainakuma fiil khoir’ dengan sedikit berkaca-kaca ku bisikkan kepadanya “doakaan kakakmu ini juga untuk cepat mendapatkan jodoh yaaa” amiin jawabku sendiri dalam hati ku..
ha ha ha, rada konyol juga menyadari bahwa dia bisa mendahuluiku, tapi apa boleh buat dan harus ku akui bahwa dia memang lebih dariku. Lebih berani untuk bilang “aku pingin nikah”, lebih berani tuk mengamalkan sunnah Rosulullah, dan tentunya lebih berani untuk menjaga diri dari perbuatan yang sangat dilaknat oleh Allah, nauudzubillahi min dzalik..
tau lah di zaman sekarang ini sudah biasa bagi seorang adik untuk melangkahi kakanya, dianggap santai aja lhoo, apalagi keluarga aku gak adatism (yang ngikutin adat he he he) banget, yang katanya adat jawa atopun sunda seorang adek kalo menikah mendahului kakaknya harus menyiapkan segudang hadiah, atau harus bisa memenuhi apa yang kakaknya minta, tapi bagi aku gak masalah koq, apalagi aku khan cowo..
tapi my god, apa bisa buat, seluruh tamu undangan yang hadir selalu menanyakan “kapan kamu nikah?”, ato bahkan dengan sedikit gurauan “masa kalah seeh ma adek kamu..” hi hi geli juga dan aku selalu menjawab “sante aja lah, insyaAllah dalam waktu dekat koq” padahal jodoh aja blum kunjung muncul batang hidungnya.. hueeek..
disaat yang bersamaan muncul sesosok bayangan yang entah apakah dia dilahirkan untuk ku, owh my god, kenapa aku, merasa sangat dekat dengannya.. soo keep your eyes to my next stories..
My first post,
ada rasa haru ketika melihat adek ku duduk tegang di pelaminan, suatu momen yang sangat indah bagi dia, saat dua mempelai akan disatukan oleh sebuah acara suci yang sakral, ya sebuah pernikahan, walimah, wedding party..
sebodolah dengan itu, yang pasti aku terharu banget liat dia diapit oleh sang calon mertua, yang dengan rela melepaskan anak perempuannya untuk dibawanya.. dengan ratusan tamu yang datang dengan harapan bisa juga turut ikut larut dalam bahagia, mendoakan-nya agar kelak nanti bisa membangun keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah..
akad nikahpun berakhir, saatnya bagi ku dan tamu-tamu lainnya memberikan ucapan selamat kepadanya. Ku peluk dia, ku bisikkan doa ‘baarokallahulaka wabarooka alaika wajamaa bainakuma fiil khoir’ dengan sedikit berkaca-kaca ku bisikkan kepadanya “doakaan kakakmu ini juga untuk cepat mendapatkan jodoh yaaa” amiin jawabku sendiri dalam hati ku..
ha ha ha, rada konyol juga menyadari bahwa dia bisa mendahuluiku, tapi apa boleh buat dan harus ku akui bahwa dia memang lebih dariku. Lebih berani untuk bilang “aku pingin nikah”, lebih berani tuk mengamalkan sunnah Rosulullah, dan tentunya lebih berani untuk menjaga diri dari perbuatan yang sangat dilaknat oleh Allah, nauudzubillahi min dzalik..
tau lah di zaman sekarang ini sudah biasa bagi seorang adik untuk melangkahi kakanya, dianggap santai aja lhoo, apalagi keluarga aku gak adatism (yang ngikutin adat he he he) banget, yang katanya adat jawa atopun sunda seorang adek kalo menikah mendahului kakaknya harus menyiapkan segudang hadiah, atau harus bisa memenuhi apa yang kakaknya minta, tapi bagi aku gak masalah koq, apalagi aku khan cowo..
tapi my god, apa bisa buat, seluruh tamu undangan yang hadir selalu menanyakan “kapan kamu nikah?”, ato bahkan dengan sedikit gurauan “masa kalah seeh ma adek kamu..” hi hi geli juga dan aku selalu menjawab “sante aja lah, insyaAllah dalam waktu dekat koq” padahal jodoh aja blum kunjung muncul batang hidungnya.. hueeek..
disaat yang bersamaan muncul sesosok bayangan yang entah apakah dia dilahirkan untuk ku, owh my god, kenapa aku, merasa sangat dekat dengannya.. soo keep your eyes to my next stories..
Langganan:
Komentar (Atom)